Ads: 468x60

Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 September 2014

Persiapkan Cintamu

Aku bisa mengerti dan memahami jika engkau mendambakan pendamping hidup yang membuatmu tertarik dan kagum secara ragawi.
Itu adalah kodrat yang dilekatkan Tuhan pada dirimu.
Engkau tidak bisa menghindari dorongan yang muncul darinya
Tetapi kelak engkau akan dibuat tidak berdaya olehnya.
Sebab daya tarik seperti itu tidak langgeng
Aku juga bisa memaklumi jika engkau mendambakan pasangan hidup yang selalu bisa mempergauli dirimu dengan kemulyaan akhlaqnya.
Itu kebutuhan terpenting semua laki laki dan wanita.
Tetapi kelak engkau akan mengalami saat saat kecewa.
Sebab pasangan hidupmu itu adalah manusia biasa seperti dirimu.
Yang pasti tidak bisa terus menerus mengalirkan kebaikan secara tulus untukmu.
Lebih baik engkau memilih berusaha mencintai dan memperlakukannya secara. sempurna daripada terus berharap dicintai dan diperlakukan secara sempurna.
Engkau akan senatiasa bisa mencintai seperti itu jika engkau ikat dirimu sekuat kuatnya dengan PEMILIK, PENCIPTA TUNGGAL serta PENGATUR MUTLAK KEHIDUPAN INI.
Dengan ruku dan sujud mu yang panjang kepads NYA.
Juga dengan ayat demi ayat NYA yang engkau baca dengan segenap cinta dan rindumu.
Serta lewat dzikir dan tafakkurmu kepada kebesaran, keagungan dan kesempurnaan kekuasaan NYA.
Dan dengan fondasi imanmu akan kepastian balasan NYA yang pasti adil.
Jika dengan cara itu engkau persiapkan cintamu.
Engkau akan selalu bisa mencintai tanpa terputus waktu.
Engkau akan bisa membuktikan kesetiaan cintamu pada pendamping hidupmu dengan curahan kasih sayang yang terus tumbuh.
Engkau akan sanggup menjadi matahari kehidupan bagi pasangan sucimu

Rabu, 24 September 2014

Inilah Satu - Satunya Pilihan dan Pegangan Hidupmu

Bertambah jauh engkau berjalan, engkau akan semakin membutuhkan sahabat perjalanan.
Yang bisa memotivasimu saat kelelahanmu datang.
Yang bisa menyemangatimu saat engkau mulai menapaki beratnya tanjakan.
Yang bisa menunjukimu saat engkau kehilangan arah perjalanan.
Bertambah sepi sendiri engkau dalam hidup ini, engkau akan semakin memerlukan kehadiran seorang teman.
Yang bisa menghiburmu saat kesendirianmu itu makin menjenuhkan.
Yang bisa meluaskan dan melapangkan perasaan serta jiwamu saat kesempitan mulai menekanmu.

Bertambah berat beban perjuangan hidup yang harus engkau pikul diatas pundakmu, engkau akan semakin membutuhkan tambahan kekuatan.
Yang bisa mengembalikan kesanggupanmu melanjutkan perjuangan demi mewujudkan mimpi besar hidupmu.
Yang bisa mengokohkan serta menegarkan perasaan dan jiwamu bahwa sebuah kehidupan yang jauh lebih mulya masih mungkin engkau gennggam setelah engkau tanpa henti berjuang.

Bertambah rumit persoalan hidup yang harus engkau pecahkan, engkau akan semakin memerlukan kecemerlangan pikiran.
Yang bisa membantumu mengurai benang kusut masalah masalah kehidupan.
Yang bisa menolongmu untuk jernih berpikir mengambil berbagai keputusan.

Bertambah lama waktu yang harus engkau habiskan untuk berjuang dalam hidup ini, engkau akan semakin membutuhkan keabadian pengertian, pengakuan, dukungan dan pujian.
Sebab itu yang selalu bisa menjadi penghibur jiwamu agar tidak menyerah ditengah jalan.
Kelak engkau akan semakin sadar bahwa semua yang engkau butuhkan itu sepenuhnya secara sempurna berada ditangan PENCIPTAMU, YANG SENANTIASA MENGURUSMU DAN MENGURUS KEHIDUPAN INI tanpa henti.


Maka sudah sepantasnyalah jika engkau menjunjung KETULUSAN diatas jalan NYA dalam sepotong kehidupan yang kini diberikan NYA kepadamu.

Artikel : Akhmad Arqom

Senin, 10 Maret 2014

Kandungan Surat An-Nur Ayat 30


اللهَ قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ
Artinya :
“Katakanlah (wahai Muhammad) kepada laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’

1. Asbaabun Nuzul (QS/24 :30)
Nabi saw. pernah memalingkan muka anak pamannya yang bernama al-Fadhl bin Abbas, dari melihat wanita Khats'amiyah pada waktu haji, ketika beliau melihat al-Fadhl berlama-lama memandang wanita itu. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa al-Fadhl bertanya kepada Rasulullah saw.,"Mengapa engkau palingkan muka anak pamanmu?" Beliau saw.menjawab, "Saya melihat seorang pemuda dan seorang pemudi,maka saya tidak merasa aman akan gangguan setan terhadap mereka."
Karena itu, Islam melarang lelaki dan wanita yang bukan mahram berpandangan antara satu sama lain justeru dibimbangi mendatangkan fitnah yang boleh mendorong kepada gejala kerosakan akhlaq yang lebih besar seperti penzinaan dan seumpamanya. Namun bagi pandangan yang tidak disengajakan ia tidak mendatangkan sebarang dosa sebagaimana yang dimaksudkan dalam hadits Rasulullah SAW kepada Ali ra. disebutkan bahwa,
’Jangan lah kamu mengikuti pandangan pertama (kepada wanita) dengan pandangan berikutnya. Karena yang pertama itu untukmu dan yang kedua adalah ancaman / dosa”. (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmizy dan Hakim).

2. Telaah Tafsir
a. Tafsir Ibnu Katsir
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللهَ
Artinya :
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.
(QS An nur : 30)

Ini merupakan perintah Allah kepada hamba2Nya yang beriman agar mereka menahan pandangan dari perkara2 yang haram diihat. Janganlah melihat kecuali kepada hal-hal yang dibolehkan untuk dilihat dan hendaklah mereka menahan pandangan dari perkara2 yang haram untuk dilihat, maka hendaklah ia segera memalingkan pandangannya seperti yang diriwayatkan oleh Muslim dalam shahihnya, dari Abu Zur’ah bin Amr bin Jarir dari kakeknya, yakni Jarir bin ‘Abdillah Al Bajali RA, ia berkata “Aku bertanya kepada rasulullah SAW tentang pandangan spontan. Beliau memerintahkanku agar segera memalingkan pandangan.”
Demikian pula diriwayatkan oleh Ahmad dari Husyaim, dari Yunus bin ‘Ubaid. Abu Dawud, At Tirmidzi dan an Nasa’I juga meriwayatkannya, at Tirmidzi berkata ‘hasan shahih’. Dalam riwayat lain disebutkan dengan lafazh ‘Tundukkanlah pandanganmu’ yakni menundukkan pandangan ke bawah. Memalingkan memiliki makna yang lebih umum, karena boleh jadi dengan memandang ke bawah atau ke arah lain, wallahu’alam.
Abu Dawud meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata : “Rasulullah SAW berkata kepada ‘Ali ‘Hai Ali, janganlah ikuti pandangan pertama dengan pandangan kedua. Karena pandangan pertama untukmu(dimaafkan) dan pandangan kedua tidak untukmu(tidak dimaafkan)”. Diriwayatkan oleh Tirmidzi dari hadits Syuraik, lalu beliau berkata ;Gharib, kami tidak mengetahui kecuali dari haditsnya.
Dalam kitab shahih diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri RA,bahwa Rasulullah SAW bersabda “Hindarilah duduk2 dipinggir jalan!”Mereka berkata “Wahai Rasulullah, kami tidak dapat meninggalkannya karena kami biasa mengobrol disana!” rasul bersabda “Jika kalian merasa tidak bisa meninggalkannya, maka berilah hak jalan” Mereka bertanya “Wahai Rasulullah apakah hak jalan itu?”
Rasulullah bersabda “Menundukkan pandangan, menyingkirkan gangguan, menjawab salam dan amar ma’ruf nahi munkar” Abul Qasim Al Baghawi meriwayatkan ; teleh menceritakan kepada kami Thalut bin ‘Abbad, ia berkata ; telah menceritakan kepada kai Fudhail bin Husain, ia berkata : Aku telah mendengar Abu Umamah berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : Berilah jaminan untukku (utuk tidak melakukan) enam perkara ini, niscaya aku jamin bagi kalian surga, jika bericara janganlah dusta, jika diberi amanah janganlah dikhianati, jika berjanji janganlah diingkari, tundukkanlah pandangan kalian, tahanlah tangan kalian, dan jagalah kemaluan kalian”.
Dalam shahih Al bukhari disebutkan “barangsiapa menjamin bagiku antara dua janggutnya (mulutnya) dan dua kakinya (kemaluannya) niscaya aku jamin untuknya Surga”.
Firman Allah “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya”, pandangan mata dapat menyebabkan rusaknya hati, seperti yang disebutkan oleh sebagian salaf “pandangan mata merupakan panah beracun yang mengincar hati”. Oleh karena itulah Allah memerintahkan kita untuk menjaga kemaluan sebagaimana Dia memerintahkan kita untuk menjaga pandangan yang merupakan pendorong ke arah itu. Allah berfirman “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya” , menjaga kemaluan kadangkala maksudnya adalah menegah diri dari perbuatan zina, seperti yang Allah sebutkan dalam ayat “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya “ (QS Al Mu’minun :5).
Dan kadangkala menjaganya agar tidak terlihat oleh orang lain, seperti yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dalam musnad Ahmad dan kitab-kitab Sunan : “jagalah auratmu, kecuali terhadap istrimu atau budak2 yang kamu miliki”.
Firman Allah “yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka” lebih suci bagi hati mereka dan lebih bersih bagi agama mereka. Sebagaimana disebutkan “barangsiapa menjaga pandangannya maka Allah akan memberinya cahaya pada pandangannya atau hatinya”.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Umamah RA, dari Rasulullah SAW, bahwa beliau bersabda “Tidaklah seorang muslim melihat kecantikan seorang wanita kemudian ia menundukkan pandangannya, melainkan Allah akan menggantinya dengan ibadah yang dia rasakan manisnya”. Hadits ini diriwayatkan secara marfu’ dari Abdullah bin umar, Hudzaifah Ibnul Yaman dan ‘Aisyah r’anha, akan tetapi sanad2nya dha’if, hanya saja dalam bab targhib dan sejenisnya, riwayat seperti ini masih bisa ditolelir.
Firman Allah “sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” sama seperti firman Allah dalam ayat lain “Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati” (QS Al Mu’min :19)
Dalam Kitab Ash Shahih diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia berkata, rasulullah SAW bersabda “Setiap anak adam telah ditulis baginya bagian dari zina. Ia pasti melakukannya tanpa bisa dihindari, zina mata adalah memandang, zina lisan adalah berbicara, zina telinga adalah mendengar, zina tangan adalah menggunakannya, zina kaki adalah melangkah, jiwa berharap dan berhasrat, dan kemaluanlah yang membenarkan atau mendustakannya” Diriwayatkan oleh Al Bukhari secara mu’allaq dan Muslim secara musnad dari jalur lain yang senada dengan yang disebutkan.
Ibnu Abbas RA berkata tentang firman Allah Ta’ala “Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati” (QS Al Mu’min :19) “Yaitu seorang laki2 yang masuk ke sebuah penghuni rumah (bertamu) yang didalamnya terdapat seorang wanita cantik, atau wanita itu sedang melewatinya. Jika mereka(wanita tadi dan penghuni rumah –ed), dia (laki2 itu) pun menoleh kepada wanita itu dan jika mereka mengawasi, dia pun menahan pandangannya. Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Mengetahui hatinya yang berkeinginan seandainya dia berhasil melihat auratnya (HR Ibnu Abi Hatim)

3. Kajian Keilmuan
a. Salah Kaprah Dalam Bercinta
Tatkala adab-adab bergaul antara lawan jenis mulai pudar, luapan cinta yang bergolak dalam hati manusia pun menjadi tidak terkontrol lagi. Akhirnya, setan berhasil menjerat para remaja dalam ikatan maut yang dikenal dengan “pacaran“. Allah telah mengharamkan berbagai aktifitas yang dapat mengantarkan ke dalam perzinaan. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya, “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesugguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. al-Isra’: 32). Lalu pintu apakah yang paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!!
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ الْمَنْطِقُ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ
Artinya :
“Sesungguhnya Allah menetapkan untuk anak adam bagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya. Zina mata adalah dengan memandang, zina lisan adalah dengan berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan dan berangan-angan, lalu farji (kemaluan) yang akan membenarkan atau mendustakannya.”
(HR. Bukhari & Muslim).


Kalaulah kita ibaratkan zina adalah sebuah ruangan yang memiliki banyak pintu yang berlapis-lapis, maka orang yang berpacaran adalah orang yang telah memiliki semua kuncinya. Kapan saja ia bisa masuk. Bukankah saat berpacaran ia tidak lepas dari zina mata dengan bebas memandang? Bukankah dengan pacaran ia sering melembut-lembutkan suara di hadapan pacarnya? Bukankah orang yang berpacaran senantiasa memikirkan dan membayangkan keadaan pacarnya? Maka farjinya pun akan segera mengikutinya. Akhirnya penyesalan tinggallah penyesalan. Waktu tidaklah bisa dirayu untuk bisa kembali sehingga dirinya menjadi sosok yang masih suci dan belum ternodai. Setan pun bergembira atas keberhasilan usahanya….

b. Iblis, Sang Penyesat Ulung
Tentunya akan sulit bagi Iblis dan bala tentaranya untuk menggelincirkan sebagian orang sampai terjatuh ke dalam jurang pacaran gaya cipika-cipiki atau yang semodel dengan itu. Akan tetapi yang perlu kita ingat, bahwasanya Iblis telah bersumpah di hadapan Allah untuk menyesatkan semua manusia. Iblis berkata, “Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (QS. Shaad: 82). Termasuk di antara alat yang digunakan Iblis untuk menyesatkan manusia adalah wanita.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah (ujian) yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari & Muslim). Kalaulah Iblis tidak berhasil merusak agama seseorang dengan menjerumuskan mereka ke dalam gaya pacaran cipika-cipiki, mungkin cukuplah bagi Iblis untuk bisa tertawa dengan membuat mereka berpacaran lewat telepon, SMS atau yang lainnya. Yang cukup menyedihkan, terkadang gaya pacaran seperti ini dibungkus dengan agama seperti dengan pura-pura bertanya tentang masalah agama kepada lawan jenisnya, miss called atau SMS pacarnya untuk bangun shalat tahajud dan lain-lain.
Ringkasnya sms-an dengan lawan jenis, bukan saudara dan bukan karena kebutuhan mendesak adalah haram dengan beberapa alasan: (a) ini adalah semi berdua-duaan, (b) buang-buang pulsa, dan (c) ini adalah jalan menuju perkara yang haram. Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.
Berlebihan memandang dengan mata menimbulkan anggapan indah apa yang dipandang dan bertautnya hati yang memandang kepadanya. Selanjutnya terlahirlah berbagai kerusakan dan bencana dalam hatinya. Diantaranya :
Pertama, pandangan adalah anak panah beracun diantara anak panah iblis, barangsiapa menundukkan pandangannya karena Allah Subhanahu Wa Ta?ala, Dia akan berikan kepadanya kenikmatan dan kedamaian dalam hatinya yang ia rasakan sampai bertemu denganNya.
Kedua, masuknya setan ketika seseorang memandang. Sesungguhnya masuknya setan lewat jalan ini melebihi kecepatan aliran udara ke ruangan hampa. Setan akan menjadikan wujud yang dipandang seakan-akan indah, menjadikannya sebagai berhala tautan hati. Kemudian mengobral janji dan angan-angan. Lalu, ia nyalakan api syahwat dan ia lemparkan kayu bakar maksiat. Seseorang tidak mungkin melakukannya tanpa adanya gambaran wujud yang dipandangnya.
Ketiga, pandangan menyibukkan hati, menjadikannya lupa akan hal-hal yang bermanfaat baginya, dan menjadi penghalang antara keduanya. Akhirnya, urusannyapun menjadi kacau, ia selalu lalai dan mengikuti hawa nafsunya. Allah Subhanahu Wa Ta?ala berfirman: ?Dan janganlah kamu taat kepada orang yang telah Kami lalaikan hatinya dari dzikir kepada Kami dan mengikuti hawa nafsunya serta urusannya kacau- balau.? (Q.S.Al-Kahfi: 28)
Demikianlah, melepaskan pandangan secara bebas mengakibatkan tiga bencana ini.
Para dokter hati (ulama) bertutur, ?Antara mata dan hati ada kaitan yang sangat erat, bila mata telah rusak dan hancur, maka hatipun rusak dan hancur. Hati seperti ini ibarat tempat sampah yang berisikan segala najis, kotoran dan sisa-sisa yang menjijikkan. Ia tidak layak dihuni cinta dan ma?rifatullah, tidak akan merasa tenang dan damai bersama Allah dan tidak akan mau Inabah (kembali) kepada Allah. Yang tinggal di dalamnya adalah kebalikan dari semua itu.?
Membiarkan pandangan lepas adalah maksiat kepada Allah Subhanahu Wa Ta?ala dan dosa sebagaimana firmanNya pada An-Nur 30 dan 31 yang telah disebutkan.
Allah Subhanahu Wa Ta?ala berfirman: ?Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati?. (QS. Ghafir / Al-Mukmin: 19).
Membiarkan pandangan lepas menyebabkan hati menjadi gelap, sebagaimana menahan pandangan menyebabkan hati bercahaya. Bila hati telah bersinar maka seluruh kebaikan akan masuk kedalamnya dari segala penjuru, sebaliknya apabila hati telah gelap maka akan masuk kedalamnya berbagai keburukan dan bencana dari segala penjuru.



4. Hadist-hadist yang Menunjang
Rasulullah bersabda:
"Semua mata kelak akan menangis dihari kiamat, kecuali mata yang ditundukkan dari pandangan yang haram, mata yang terjaga ketika jihad fi sabilillah dan mata yang darinya menetes air mata sekalipun sebesar kepala lalat karena takut kepada Allah." (Hadits marfu' diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dari Abu Hurairah ra.)


Harits al-Muhasiby berkata:
"Kewajiban pendangan adalah tunduk dari segala yang diharamkan dan tidak berusaha mengintip sesuatu yang telah terhijab dan tertutup.





Berkata Imam Hambaly rahimakumullahu: "Hendaklah orang yang berakal itu waspada dari sikap mengobral pandangan. Sesungguhnya mata, ketika melihat seseorang yang oleh syariat dilarang untuk digauli dan dicampuri, mata akan menilainya sebagai sesuatu yang paling indah, paling baik, paling sesuai dan paling utama dari sesuatu yang halal dan baik baginya. Itu adalah hiasan dan tipuan syaithan. Mereka berusaha agar korban fitnah itu dapat digirng dari yang halal dan suci kepada yang haram dan kotor. Atau supaya ia menjadi benci denngan yang halal miliknya dan cinta kepada yang haram dan tidak halal baginya. Bisa jadi setelah itu timbul rasa rindu, setelah itu binasalah badan dan agamanya. Berapa banyak pandangan yang membuat pelakunya menjadi gelisah." (al-Furuu')
"Menundukkan pandangan mengandung rahasia hikmah yang banyak, diantaranya ia adalah perintah Allah, melaksanakannya berarti membawa kebahagiaan, mencegah pengaruh negatif akibat pandangan yang berbisa, menghidupkan ketabahan dan memberi ketenangan jiwa,
Menjadikan hati bercahaya, pelakunya akan memiliki ketajaman firasat, menutup pintu-pintu gangguan syaithan, bahwa antara mata dan hati saling mempengaruhi." (Imam Ibnul Qayyim al-jauziyah)
Seorang shaleh berkata: "Barangsiapa yang memakmurkan lahiriahnya dengan sunnah dan batinnya dengan muraqabah, menahan pandangannya dari perkara larangan, mencegah dirinya dari perkara syubhat dan memakan makanan yang halal, maka firasatnya tidak akan meleset."
Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, dari Rasulullah Shallalahu Alaihi Wa Ala Alihi Wasallam bersabda: ?Telah di tetapkan kepada manusia bagiannya dari perzinahan, ia pasti melakukan hal itu. Kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lidah zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memukul (meraba), kaki zinanya adalah melangkah, hati berkeinginan dan berangan-angan, dan yang membenarkan atau menggagalkan semua itu adalah kemaluan.?(HR.Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ahmad)
Dari Jarir Radhiallahu Anhu berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah Shallalahu Alaihi Wa Ala Alihi Wasallam tentang pandangan yang tiba-tiba (tidak sengaja), Beliau Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Salam menjawab: ?Alihkan pandanganmu.?(HR.Muslim, At-Tirmidzi, Ad-Darimy dan Ahmad)
“Ditetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, akan diperoleh hal itu, tidak bisa tidak. Kedua mata itu berzina, dan zinanya dengan memandang (yang haram). Kedua telinga itu berzina, dan zinanya dengan mendengarkan (yang haram). Lisan itu berzina, dan zinanya dengan berbicara (yang diharamkan). Tangan itu berzina, dan zinanya dengan memegang. Kaki itu berzina, dan zinanya dengan melangkah (kepada apa yang diharamkan). Sementara, hati itu berkeinginan dan berangan-angan, sedangkan kemaluan yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Muslim no. 2657)
Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata: “Makna dari hadits di atas adalah anak Adam itu ditetapkan bagiannya dari zina. Maka di antara mereka ada yang melakukan zina secara hakiki dengan memasukkan kemaluannya ke dalam kemaluan yang haram (untuk dimasuki karena bukan pasangan hidupnya yang sah, pent.). Dan di antara mereka ada yang zinanya secara majazi (kiasan) dengan memandang yang haram, mendengar perbuatan zina dan perkara yang mengantarkan kepada zina, atau dengan sentuhan tangan di mana tangannya meraba wanita yang bukan mahramnya atau menciumnya, atau kakinya melangkah untuk menuju ke tempat berzina, atau untuk melihat zina, atau untuk menyentuh wanita non mahram atau untuk melakukan pembicaraan yang haram dengan wanita non mahram dan semisalnya, atau ia memikirkan dalam hatinya. Semuanya ini termasuk zina secara majazi. Sementara kemaluannya membenarkan semua itu atau mendustakannya.
Maknanya, terkadang ia merealisasikan zina tersebut dengan kemaluannya, dan terkadang ia tidak merealisasikannya dengan tidak memasukkan kemaluannya ke dalam kemaluan yang haram, sekalipun dekat dengannya.” (Syarhu Shahih Muslim, 16/206)
Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ. وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
Artinya :
“Katakanlah (wahai Muhammad) kepada laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka…?” (An-Nur: 30-31)

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً هِيَ أَضَرُّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
Artinya :
“Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnahnya wanita.” (HR. Al-Bukhari no. 5096 dan Muslim no. 6880)
Ibnu Qayyim mengurai tentang bahaya pandangan dengan menjelaskan,
“Sesungguhnya setiap kejadian (buruk) berawal dari penglihatan.Sebagaimana kejadian besar yang bermula dari sikap meremehkan terhadap sesuatu yang kecil yaitu memandang, yang karena diremehkan lalu berkembang menjadi suatu keinginan, kemudian melangkah menjadi niat untuk berbuat dan kemudian terjadilah perbuatan yang diharamkan (dosa).”
"Seorang muslim yang memandang kecantikan wanita (bukan mahram) lantas ia menundukkan pandangannya niscaya Allah akan melimpahkan kelezatan dalam beribadah." (HR.Ahmad)

"Pandangan adalah salah satu anak panah yang dimiliki iblis, maka barangsiapa yang memejamkan pandangannya karena Allah, maka Dia akan memberi rasa manisnya iman dalam hatinya, sampai pada hari dimana ia menghadap kepada-Nya." (HR. Ahmad)

Jumat, 17 Januari 2014

Indahnya Memaafkan

Dalam menjalani hidup sosial dan bermasyarakat, manusia tidak lepas dari sebuah kesalahan, entah itu terhadap keluarga, tetangga, atau kawan. Kesalahan adalah sesuatu yang wajar ketika berinteraksi dengan sesama. Namun menjadi sesuatu yang luar biasa, jika kita bisa menyikapi kesalahan itu dengan saling memaafkan. “Setiap anak adam tidak luput dari kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah mereka yang bertaubat.”(HR. Tirmidzi).

Mugkin suatu saat kita pernah dijahili oleh teman, kemudian kita merasa sakit hati. Sakit hati itu sesuatu yang wajar, tapi jangan sampai itu berlarut-larut. Secara psikologis, saling memaafkan itu sehat dan menyehatkan.

Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik. Tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah.

Yang mendapatkan keuntungan pertama dari sikap memaafkan adalah pihak yang memaafkan, bukan yang dibenci, seketika itu juga beban emosinya berkurang. Berat-ringannya memaafkan orang itu berkaitan dengan seseorang. Semakin dalam rasa kesalahan, kebencian, dan permusuhan kita terhadapa seseorang, semakin berat kita untuk memaafkannya. Namun, kalau kita bisa memaafkan, muncul rasa lega dan dada terasa lapang.

Bukankah menyimpan rasa benci dan dendam merupakan beban dimanapun kita berada? Rasa benci itu juga bagaikan luka. Bila kebencian sudah berubah menjadi dendam yang menuntut balas, luka itu semakin perih sebelum dendam itu terlaksana, benarkah luka dan beban berat yang dipikul kemana-mana tadi akan hilang? Pengalaman sehari-hari akan mengatakan,”Tidak,”dan permusuhan akan meningkat, yang berarti semakin dalam kita menyayat hati yang telah terluka dan perih.

Jadi, bukankah sesungguhnya memaafkan itu suatu terapi jitu untuk kesehatan kita sendiri ? begitu kita memaafkan seseorang, beban berkurang dan luka membaik. Bila benci serta dendam telah hilang sama sekali dari hati kita, kehidupan menjadi sehat dan ringan kita jalani. Orang yang memelihara kebencian dalam dirinya seperti orang yang memelihara penyakit. Itu sungguh suatu tindakan yang bodoh dan konyol. Kalau ingin sehat, jadilah pribadi pemaaf.

Jangan berlama-lama memelihara dendam dalam hati. Jangan segan-segan mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf serta saling memaafkan setiap hari. Namun, mesti dijalani secara tulus agar hati kita terputihkan. Meskipun momen lebaran telah berlalu, sudah seharusna budaya saling memaafkan bisa kita lestarikan tidak hanya pada momen-momen tertentu. Bila merasa salah kita harus sesegera mungkin minta maaf, dan jika ada orang lain yang berbuat salah segera kita maafkan tanpa perlu diminta.

Alangkah indahnya kalau saja dalam lingkungan keluarga dan pergaulan kita selalu terjalin hubungan cinta kasih yang tulus, yang satu selalu siap memaafkan yang lain. Pribadi yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh cinta kasih biasanya akan tumbuh menjadi pribadi yang sehat. Dan memaafkan itu cerminan kebesaran jiwa seseorang dan sekaligus mendatangkan kebahagiaan bagi kedua belah pihak. Allahu A’lam.(wan)

Sejuta Alasan Menolak Pacaran

Dilema memang membahas masalah pacaran, ada yang pro dan ada yang kontra. Sebagiamana kita tahu, pacaran sudah menjadi suatu yang lumrah bagi remaja muslim saat ini. Bukan saja sekedar karena nafsu tapi terkadang karena ingin menjaga eksitensi, biar di cap “laku”, ganteng, cantik dan sebagainya.

Lalu seperti  apa islam memandang masalah pacaran ini?

Islam adalah agama yang syamil (lengkap), kalau untuk urusan belakang (mandi, buang air dan lain-lain) saja islam punya tuntunan yang lengkap, tentu saja untuk urusan yang satu ini agama kita punya rambu-rambu yang harus ditaati.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “sesunguhnya Allah menetapkan untuk anak adam bagian dari zina, yang pasti akan mengenainya, zina lisan adalah berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan dan berangan-angan.”(HR. Bukhari dan Muslim).

Kalaulah kita ibaratkan zina sebuah ruangan yang memiliki banyak pintu yang berlapis-lapis, maka orang yang berpacaran adalah orang yang memiliki semua kuncinya. Kapan saja ia bisa masuk. Bukankah saat berpacaran tidak lepas dari zina mata dengan bebas memandang? Bukankah dengan berpacaran ia sering melembut-lembutkan suara dihadapan pacarnya? Bukankah orang yang berpacaran senantiasa memikirkan dan membayangkan keadaan pacarnya?

Nah, lo bagi kamu yang masih demen pacaran, sudahkah kamu merasa kalau kamu sudah melanggar larangan Allah? Padahal Allah melarang kita mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. al-lsra’:32).

Ada teman yang beralasan pacaran biar semangat belajar, ada juga yang pengen mempererat ukhuwah. Sekilas, alsan ini cukup masuk akal, tapi coba pikir lagi, kalau kamu pacaran, waktu luang kamu banyak tersita untuk si dia. Yang harusnya kamu belajar, malah sibuk smsan, yang harunya ngerjain tugas malah ngelamunin si dia. Mempererat ukhuwah tidak harus pacaran kan? Coba mislanya dengan kegiatan keagamaan disekolah atau dikampus itu lebih bermanfaat.

“Ikut pengajiannya kan bisa bareng sama pacar, biar lebih semangat” Please deh, jangan dicampurkan yang haq dan yang batil, yang halal dan yang haram. Logikanya masa mau nyampur SUSU sama MIRAS? Yang ada itu campur SUSU sama KOPI, halal sama halal.

Alasan lain, pacaran adalah bentuk pengenalan dua insan yang saling mencintai dengan dilandai rasa saling percaya. Tapi coba dipikir lagi bagi kamu para PACARANER, apakah kamu pernah jujur sejujur-jujurnya kepada pacar kamu, baik tentang kehidupan kamu yang sekarang atau tentang masa lalu dengan pacar-pacar kamu yang dahulu. Sudah pasti jawabannya banyak bohongnya.

Kalau harus memilh pendamping hidup, antara yang demen pacaran dengan yang memegang teguh syariat agama kira-kira kamu pilih mana? Pasti kamu lebih memilh yang memegang teguh syariat kan? Lalu kenapa kamu berpacaran tapi memilih calon pendamping yang bersih.

Sudahlah kawan, banyak alasan untuk memutuskan pacar kamu, tapi diantara berjuta alasan yang ada, takut dosa adalah alasan paling keren dan bertanggung jawab dibandingkan yang lain. Kamu jadi males pacaran karena sudah nyadar bahwa pacaran hanya sebuah upaya untuk dekat-dekat dengan zina. Dan kamu juga telah tahu bahwa zina adalah sebuah jalan yang buruk untuk ditempuh. Yakinlah pada saatnya nanti, Allah akan memberimu jodoh yang terbaik, tentu saja denga jalan yang baik. Masa kamu rela dapat istri yang ternyata sudah punya 7 atau 8 mantan pacar. Enggak banget kan? Allahu A’lam. [wan]

Jumat, 06 Desember 2013

Taaruf dan Pacaran Menurut Islam


Dikarenakan banyak sahabat yang bertanya tentang perbedaan taaruf dan pacaran, berikut saya perjelas pembahasannya.. semoga bermanfaat.., bagi kita semua...

1. Apakah defenisi dari Ta’aruf ?
Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari jodoh. Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jenjang khitbah – taaruf dengan mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling mengenal.
Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf sangat berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar`i memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Jika tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina, dan maksiat. Taaruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.


2. Apakah Perbedaan Pacaran dan Ta’aruf ?
Dalam pacaran, mengenal dan mengetahui hal-hal tertentu calon pasangan dilakukan dengan cara yang sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah pengenalan. Ibarat seorang yang ingin membeli motor second, tapi tidak melakukan pemeriksaan, dia cuma memegang atau mengelus motor itu tanpa pernah tahu kondisi mesinnya. Bahkan dia tidak menyalakan mesin atau membuka kap mesinnya. Bagaimana mungkin dia bisa tahu kelemahan dan kelebihan motor itu.
Sedangkan taaruf adalah seperti seorang montir motor yang ahli memeriksa mesin, sistem kemudi, sistem rem, sistem lampu dan elektrik, roda dan sebagainya. Bila ternyata cocok, maka barulah dia melakukan tawar-menawar. Ketika melakukan taaruf, seseorang baik pihak pria atau wanita berhak untuk bertanya yang mendetil, seperti tentang penyakit, kebiasaan buruk dan baik, sifat dan lainnya. Kedua belah pihak harus jujur dalam menyampaikannya. Karena bila tidak jujur, bisa berakibat fatal nantinya. Namun secara teknis, untuk melakukan pengecekan, calon pembeli tidak pernah boleh untuk membawa pergi motor itu sendiri.

3. Ada Suatu Pertanyaan Seperti ini ?
a. Bagaimana hukum berkunjung ke rumah akhwat (wanita) yang hendak dinikahi dengan tujuan untuk saling mengenal karakter dan sifat masing-masing?
أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ ..
“Katakan kepada kaum mukminin hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka –hingga firman-Nya- Dan katakan pula kepada kaum mukminat hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka .”
Dalam Shahih Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma dia berkata:
سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظْرِ الْفَجْأَةِ؟ فَقَالَ: اصْرِفْ بَصَرَكَ
“Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yg tiba-tiba ? mk beliau bersabda: ‘Palingkan pandanganmu’.”
Adapun suara dan ucapan wanita pada asal bukanlah aurat yg terlarang. Namun tidak boleh bagi seorang wanita bersuara dan berbicara lbh dari tuntutan hajat dan tdk boleh melembutkan suara. Demikian juga dengan isi pembicaraan tidak boleh berupa perkara-perkara yg membangkitkan syahwat dan mengundang fitnah. Karena bila demikian maka suara dan ucapan menjadi aurat dan fitnah yg terlarang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَلاَ تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَعْرُوْفًا
“Maka janganlah kalian berbicara dgn suara yg lembut sehingga lelaki yg memiliki penyakit dlm kalbu menjadi tergoda dan ucapkanlah perkataan yg ma’ruf / baik .”
Adalah para wanita datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan di sekitar beliau hadir para shahabat lalu wanita itu berbicara kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepentingan dan para shahabat ikut mendengarkan. Tapi mereka tdk berbicara lebih dari tuntutan hajat dan tanpa melembutkan suara.

4. Proses Ta’aruf
Lalu bagaimana proses taaruf yang syar’i sehingga menuju pernikahan yang barokah?
Yang pertama yaitu tidak boleh menunggu, misalnya jarak antara taaruf dengan pernikahan selama satu tahun. Si akhawat diminta menunggu selama satu tahun karena ikhwannya harus bekerja terlebih dahulu atau harus menyelesaikan kuliah dulu. Hal ini jelas mendzolimi akhwat karena harus menunggu, dan juga apa ada jaminan bahwa saat proses menunggu itu tidak ada setan yang mengganggu??
Yang kedua adalah tidak boleh malu-malu, jadi kalau memang sudah siap untuk menikah sebaiknya segera untuk mengajukan diri untuk bertaaruf. Apabila malu-malu maka proses Ta’aruf akan tidak terjadi atau tidak akan lancar dalam prosesnya, nah jadi repot sendiri kita.
Kemudian yang ketiga dapat melalui jalur mana saja. Maksudnya adalah kita bisa meminta bantuan siapa saja untuk mencarikan calon pendamping kita, mulai dari orang tua, murobbi, saudara, kawan atau orang-orang yang dapat kita percaya.
Etika selama bertaaruf yaitu jangan terburu-buru menjatuhkan cinta. Misalnya ketika kita mendapatkan satu biodata calon pasangan tanpa mengenal lebih dalam, tiba-tiba sudah yakin dengan pilihan itu. Alangkah baiknya jika mengenal lebih dalam mulai dari kepribadian, fisik, dan juga latar belakang keluarganya, sehingga nanti tidak seperti membeli kucing dalam karung. Akan tetapi tidak terburu-buru dalam menjatuhkan cita itu juga tidak boleh terlalu lama dan bertele-tele. Sebaiknya menanyakan hal yang penting dan to the point. Hal ini juga untuk menghindari godaan setan yang lebih dahsyat lagi.
Proses taaruf dikatakan selesai jika sudah mendapatan tiga hal yaitu
1. Tentang budaya keluarga,
2. proyeksi masa depan dan
3. visi hidup dari masing masing.
Nah jika ketiga hal ini sudak didapatkan maka proses taaruf selesai, dan berlanjut ke tingkat berikutnya apakan dilanjutkan atau tidak. Jika iya maka segera untuk ditindak lajuti bersama dengan pihak keluarga kedua belah pihak kalau istilah jawanya “rembug tuwo”. Dan ingat pada saat proses menunggu datangnya hari bahagia itu godaan setan akan bertumpuk-tumpuk, akan ada saja yang menggoda kita melalui berbagai macam hal. Jadi untuk menghindari itu perbanyak dzikir mengingat Allah, dan memperbaiki hubungan dengan Allah. Karena dengan itu maka Allah akan senantiasa melindungi hati kita, pikiran kita dan tindakan kita dari  hal-hal yang dilarang.

5. Kesimpulan
Dengan demikian jelaslah bahwa pacaran bukanlah alternatif yang ditolerir dalam Islam untuk mencari dan memilih pasangan hidup. Menjadi jelas pula bahwa tidak boleh mengungkapkan perasaan sayang atau cinta kepada calon istri selama belum resmi menjadi istri. Baik ungkapan itu secara langsung atau lewat telepon, ataupun melalui surat. Karena saling mengungkapkan perasaan cinta dan sayang adalah hubungan asmara yang mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah. Demikian pula halnya berkunjung ke rumah calon istri atau wanita yang ingin dilamar dan bergaul dengannya dalam rangka saling mengenal karakter dan sifat masing-masing, karena perbuatan seperti ini juga mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah.
Wallahul musta’an
(Allah-lah tempat meminta pertolongan).
Adapun cara yang ditunjukkan oleh syariat untuk mengenal wanita yang hendak dilamar adalah dengan mencari keterangan tentang yang bersangkutan melalui seseorang yang mengenalnya, baik tentang biografi (riwayat hidup), karakter, sifat, atau hal lainnya yang dibutuhkan untuk diketahui demi maslahat pernikahan. Bisa pula dengan cara meminta keterangan kepada wanita itu sendiri melalui perantaraan seseorang seperti istri teman atau yang lainnya. Dan pihak yang dimintai keterangan berkewajiban untuk menjawab seobyektif mungkin, meskipun harus membuka aib wanita tersebut karena ini bukan termasuk dalam kategori ghibah yang tercela. Hal ini termasuk dari enam perkara yang dikecualikan dari ghibah, meskipun menyebutkan aib seseorang. Demikian pula sebaliknya dengan pihak wanita yang berkepentingan untuk mengenal lelaki yang berhasrat untuk meminangnya, dapat menempuh cara yang sama.
Dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits Fathimah bintu Qais ketika dilamar oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan Abu Jahm, lalu dia minta nasehat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau bersabda:
“Adapun Abu Jahm, maka dia adalah lelaki yang tidak pernah meletakkan tongkatnya dari pundaknya . Adapun Mu’awiyah, dia adalah lelaki miskin yang tidak memiliki harta. Menikahlah dengan Usamah bin Zaid.” (HR. Muslim)
Para ulama juga menyatakan bolehnya berbicara secara langsung dengan calon istri yang dilamar sesuai dengan tuntunan hajat dan maslahat. Akan tetapi tentunya tanpa khalwat dan dari balik hijab.
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Asy-Syarhul Mumti’ (130-129/5 cetakan Darul Atsar) berkata: “Bolehnya berbicara dengan calon istri yang dilamar wajib dibatasi dengan syarat tidak membangkitkan syahwat atau tanpa disertai dengan menikmati percakapan tersebut. Jika hal itu terjadi maka hukumnya haram, karena setiap orang wajib menghindar dan menjauh dari fitnah.”
Perkara ini diistilahkan dengan ta’aruf. Adapun terkait dengan hal-hal yang lebih spesifik yaitu organ tubuh, maka cara yang diajarkan adalah dengan melakukan nazhor, yaitu melihat wanita yang hendak dilamar. Nazhor memiliki aturan-aturan dan persyaratan-persyaratan yang membutuhkan pembahasan khusus .
Semoga Membawa Manfaat.
Wallahu a’lam.

Manfaat Wudhu dan Shalat Bagi Kesehatan


Kali ini Saya akan berbagi informasi tentang Manfaat Wudhu dan Shalat Bagi Kesehatan ternyata di antara berbagai cara gerak shalat dan cara wudhu ada banyak manfaat bagi kesehatan kita. Dr. Bahar Azwar, SpB-Onk, seorang dokter spesialis bedah-onkologi ( bedah tumor ) lulusan FK UI dalam bukunya “ Ketika Dokter Memaknai Shalat “ mampu menjabarkan makna gerakan sholat. Bagaimana sebenarnya manfaat shalat dan gerakan-gerakannya secara medis? Selama ini sholat yang kita lakukan lima kali sehari, sebenarnya telah memberikan investasi kesehatan yang cukup besar bagi kehidupan kita. Mulai dari berwudlu ( bersuci ), gerakan shalat sampai dengan salam memiliki makna yang luar biasa hebatnya baik untuk kesehatan fisik, mental bahkan keseimbangan spiritual dan emosional. Tetapi sayang sedikit dari kita yang memahaminya. Berikut rangkaian dan manfaat kesehatan dari rukun Islam yang kedua ini.

WUDHU
a. Manfaat secara umum
Kulit merupakan organ yang terbesar tubuh kita yang fungsi utamanya membungkus tubuh serta melindungi tubuh dari berbagai ancaman kuman, racun, radiasi juga mengatur suhu tubuh, fungsi ekskresi ( tempat pembuangan zat-zat yang tak berguna melalui pori-pori ) dan media komunikasi antar sel syaraf untuk rangsang nyeri, panas, sentuhan secara tekanan.
Begitu besar fungsi kulit maka kestabilannya ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban. Bersuci merupakan salah satu metode menjaga kestabilan tersebut khususnya kelembaban kulit. Kalau kulit sering kering akan sangat berbahaya bagi kesehatan kulit terutama mudah terinfeksi kuman. Dengan bersuci berarti terjadinya proses peremajaan dan pencucian kulit, selaput lendir, dan juga lubang-lubang tubuh yang berhubungan dengan dunia luar (pori kulit, rongga mulut, hidung, telinga). Seperti kita ketahui kulit merupakan tempat berkembangnya banya kuman dan flora normal, diantaranya Staphylococcus epidermis, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Mycobacterium sp (penyakit TBC kulit). Begitu juga dengan rongga hidung terdapat kuman Streptococcus pneumonia (penyakit pneumoni paru), Neisseria sp, Hemophilus sp.
Seorang ahli bedah diwajibkan membasuh kedua belah tangan setiap kali melakukan operasi sebagai proses sterilisasi dari kuman. Cara ini baru dikenal abad ke-20,sebagaimana kita tahu jepang membutuhkan 100 tahun untuk membiasakan cuci tangan, kapanye2 cuci tangan juga sedang gencar2nya di media massa, padahal umat Islam sudah membudayakan sejak abad ke-14 yang lalu. Luar Biasa!

b. Keutamaan Berkumur –kumur
Berkumur –kumur berarti membersihkan rongga mulut dari penularan penyakit. Sisa makanan sering mengendap atau tersangkut di antara sela gigi yang jika tidak dibersihkan ( dengan berkumur-kumur atau menggosok gigi) akhirnya akan menjadi mediasi pertumbuhan kuman. Dengan berkumur-kumur secara benar dan dilakukan lima kali sehari berarti tanpa kita sadari dapat mencegah dari infeksi gigi dan mulut.
Penelitian modern membuktikan bahwa berkumur dapat menjaga mulut dan tenggorokan dari radang dan menjaga gusi dari luka. Berkumur juga dapat menjaga dan membersihkan gigi dengan menghilangkan sisa-sisa makanan yang terdapat di sela-sela gigi setelah makan. Manfaat berkumur lainnya yg juga penting adalah menguatkan sebagian otot-otot wajah dan menjaga kesegarannya. Berkumur merupakan latihan penting yang diakui oleh pakar dalam bidang olahraga, karena berkumur jika dilakukan dengan menggerakkan otot-otot wajah dengan baik dapat menjadikan jiwa seseorang tenang.

c. Istinsyaq
Istinsyaq berarti menghirup air dengan lubang hidung, melalui rongga hidung sampai ke tenggorokan bagian hidung (nasofaring). Fungsinya untuk mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan juga kuman.Selama ini kita ketahui selaput dan lendir hidung merupakan basis pertahanan pertama pernapasan. Dengan istinsyaq mudah-mudahan kuman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah.
Penelitian ilmu modern yang dilakukan oleh tim kedokteran Universitas Aleksandria membuktikan bahwa kebanyakan orang yg berwudhu secara kontinyu, maka hidung mereka bersih dan bebas dari debu, bakteri dan mikroba. Tidak diragukan lagi bahwa lubang hidung merupakan tempat yg rentan dihinggapi mikroba dan virus, tetapi dengan membasuh hidung secara kontinyu den melakukan istinsyaq (memasukan dan mengeluarkan air ke dan dari hidung di saat berwudhu), maka lubang hidung menjadi bersih dan terbebas dari radang dan bakteri, dan ini mencerminkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Proses ini dapat menjaga manusia akan bahaya pemindahan mikroba dari hidung ke anggota tubuh yg lain

d. Membasuh Wajah dan Kedua Telapak Tangan
Membasuh wajah dan kedua telapak tangan sampai ke siku memiliki manfaat yang sangat besar dalam menghilangkan debu dan mikroba, lebih dari membasuh hidung. Membasuh wajah dan kedua telapak tangan sanpai ke siku juga daat menghilangkan keringat dan permukaan kulit dan membersihkan kulit dari lemak yg dipartisi oleh kelenjar kulit, dan ini biasanya menjadi tempat yg ideal untuk berkembang biaknya bakteri.
Begitu pula dengan pembersihan telinga sampai dengan pensucian kaki beserta telapak kaki yang tak kalah pentingnya untuk mencegah berbagai infeksi cacing yang masih menjadi masalah terbesar di negara kita 

e. Membasuh Kedua Telapak Kaki
Membasuh kedua telapak kaki dengan memijat secara baik danpat mendatangkan perasaan tenang dan nyaman, karena telapak kaki merupakan cerminan seluruh perangkat tubuh. Orang yang berwudhu seakan-akan memijat seluruh tubuhnya satu-persatu, padahal ia hanya membasuh kedua telapak kakinya dengan air dan memijatnya dengan baik. Ini merupakan salah satu rahasia timbulnya perasaan tenang dan nyaman yang dirasakan oleh seorang muslim setelah berwudhu

MANFAAT GERAKAN SHOLAT 
a. Berdiri lurus
Berdiri lurus adalah pelurusan tulang belakang, dan menjadi awal dari sebuah latihan pernapasan, pencernaan dan tulang.
b. Takbir
Takbir merupakan latihan awal pernapasan, Paru-paru adalah alat pernapasan, Paru kita terlindung dalam rongga dada yang tersusun dari tulang iga yang melengkung dan tulang belakang yang mencembung. Susunan ini didukung oleh dua jenis otot yaitu yang menjauhkan lengan dari dada (abductor) dan mendekatkannya (adductor). Takbir berarti kegiatan mengangkat lengan dan merenggangkannya, hingga rongga dada mengembang seperti halnya paru-paru. Dan mengangkat tangan berarti meregangnya otot-otot bahu hingga aliran darah yang membawa oksigen menjadi lancar.
c. Ruku
Dengan ruku’, memperlancar aliran darah dan getah bening ke leher oleh karena sejajarnya letak bahu dengan leher. Aliran akan semakin lancar bila ruku’ dilakukan dengan benar yaitu meletakkan perut dan dada lebih tinggi daripada leher. Ruku’ juga mengempiskan pernapasan. Pelurusan tulang belakang pada saat ruku’ berarti mencegah terjadinya pengapuran. Selain itu, ruku’ adalah latihan kemih (buang air kecil) untuk mencegah keluhan prostat. Pelurusan tulang belakang akan mengempiskan ginjal. Sedangkan penekanan kandung kemih oleh tulang belakang dan tulang kemaluan akan melancarkan kemih. Getah bening (limfe) fungsi utamanya adalah menyaring dan menumpas kuman penyakit yang berkeliaran di dalam darah.
d. Sujud
Sujud Mencegah Wasir, mengalirkan getah bening dari tungkai perut dan dada ke leher karena lebih tinggi. Dan meletakkan tangan sejajar dengan bahu ataupun telinga, memompa getah bening ketiak ke leher. Selain itu, sujud melancarkan peredaran darah hingga dapat mencegah wasir. Sujud dengan cepat tidak bermanfaat. Ia tidak mengalirkan getah bening dan tidak melatih tulang belakang dan otot. Tak heran kalau ada di sebagian sahabat Rasul menceritakan bahwa Rasulullah sering lama dalam bersujud. Selain itu sujud adalah manifestasi ketotalan kita dalam berpasrah diri kepada Allah, bahwa manusia adalah mahluk yang lemah, seorang hamba yang sudah bisa menikmati sholatnya, maka jiwanya dalam titik nol, dalam kondisi yang paling pasrah dan stabil, seseorang yang dilanda stres akan terlepas segala beban di jiwa dalam posisi ini.selain secara fisik otot2 leher yang kaku karena stres akan diulur, sehingga seorang hamba yang beriman dan pandai memaknai sholatnya tidak akan pernah dilanda keputusasaan (Stress)

e. Duduk antara 2 sujud
Duduk di antara dua sujud dapat mengaktifkan kelenjar keringat karena bertemunya lipatan paha dan betis sehingga dapat mencegah terjadinya pengapuran. Pembuluh darah balik di atas pangkal kaki jadi tertekan sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki sehingga pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakan ini menjaga supaya kaki dapat secara optimal menopang tubuh kita.


f. Salam
Gerakan salam yang merupakan penutup sholat, dengan memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher. Gerakan ini juga akan mempercepat aliran getah bening di leher ke jantung.
Sholat Lebih Canggih dari Yoga “Apakah pendapatmu sekiranya terdapat sebuah sungai di hadapan pintu rumah salah seorang di antara kamu dan dia mandi di dalamnya setiap hari lima kali. Apakah masih terdapat kotoran pada badannya?”. Para sahabat menjawab : “Sudah pasti tidak terdapat sedikit pun kotoran pada badannya”. Lalu beliau bersabda : “Begitulah perumpamaan sholat lima waktu. Allah menghapus segala kesalahan mereka”. (H.R Abu Hurairah r.a).
Sangat disayangkan tidak ada universitas yang berani atau sengaja mengembangkan teknik gerakan sholat ini secara ilmiah. Belum lagi manajemen yang terkandung dalam bacaan sholat. Seperti doa iftitah yang berarti mission statement (dalam manajemen strategi). Sedangkan makna bacaan Alfatihah yang kita baca berulang sampai 17 kali adalah objective statement. Tujuan hidup mana yang lebih canggih dibandingkan tujuan hidup di jalan yang lurus, yaitu jalan yang penuh kebaikan seperti diperoleh orang-orang shaleh seperti nabi dan rasul.
Dr. Gustafe le Bond mengatakan bahwa Islam merupakan agama yang paling sepadan dengan penemuan-penemuan ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan etika sains harus didukung dengan kekuatan iman.
Ajaran Muhammad begitu mulia dan ilmiah, beliau bukan saja dokter ruhani tapi lebih dari itu, adalah seorang dokter modern.pemimpin negara, pemimpin dunia dan akhirat,ahli strategi perang. Meski banyak orang yang membenci,menghina,mencemooh (karena kebodohan dan ketidak tahuan tentangmu) tapi itu semua tidak akan mengurangi kemuliaannya [pen].
( dikutip dari : Tabloid Nurani )
Anantomi Gerakan Wudhu Menurut Pandangan Medis 
1. Rahasia Jumlah Tulang Manusia dan Ritual Wudhu
Jumlah tulang manusia dewasa ada 206 ruas (Henry Netter, 1906).Akan tetapi secara embriologis pusat penulangan semasa kehidupan janin dalam kandungan itu ada 350-an pusat penulangan (Leslie Brained Arey, 1934), yang kemudian banyak pusat –pusat penulangan yang menyatu, membentuk tulang dewasa. Bilangan pusat penulangan itu dekat dengan bilangan hari dalam satu tahun. Dalam kajian penulis, didapatkan adanya rahasia matematis tersebut. Ada dua premis (dari hadits dan atsar) :
a. Apabila kamu ditimpa demam satu hari, kemudian kamu bersabar, kamu akan mendapat pahala seperti ibadah satu tahun (Atsar dari Ali bin Abi Thalib)
b. Tiap – tiap ruas tulang anak adam itu ada sedekahnya setiap harinya (HR Bukhari Muslim, termasuk Hadits Arbain)
Dari dua premis tersebut dapat dihubungkan, bahwa tubuh ini mengandung sejumlah tulang yang mendekati bilangan hari dalam setahun. Tulang – tulang penyusun anggota wudhu jumlahnya tertentu,
dikalikan masing – masing dengan jumlah kali pembasuhan pada ritual wudhu, akan menghasilkan sama dengan bilangan keseluruhan jumlah tulang manusia.
Coba kita perhatikan jumlah tulang penyusun bagian – bagian tubuh yang dibasuh saat wudhu :
           a. Lengan dan tangan : 30 buah
           b. Tungkai dan kaki : 31 buah
           c. Wajah : 12 buah
           d. Rongga mulut dan hidung : 41 buah
           e. Kepala : 12 buah

Bagian tubuh poin a – d dijumlahkan menghasilkan angka 114. Angka tersebut dikalikan 3 oleh karena pembasuhan waktu melakukan wudhu sebanyak 3 kali, menghasilkan angka 342. Poin e tidak dikalikan 3 karena memang hanya dibasuh 1 kali. Angka 342 dijumlahkan dengan 12, didapatkan angka 345, yakni sama dengan jumlah hari dalam 1 tahun hijiriyah, sekaligus sama dengan jumlah seluruh tulang manusia. 

     2. Wudhu dan Aliran Darah Prefier
 Dalam hadits riwayat empat Imam (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad Hambali) diterangka
 “Sempurnakanlah dalam berwudhu dan gosoklah sela – sela jari kalian...” perintah ini secara medis sangat bermakna. Mengapa sela – sela jari yang disebut?, ternyata di bagian itulah berjalan serabut saraf, arteri, vena, dan pembuluh limfe. Penggosokan daerah sela – sela jari itu sudah barang tentu memperlancar aliran darah perifer (terminal) yang menjamin pasokan makanan dan oksigen. Kita tahu berapa banyak pasien yang mengalami sumbatan aliran darah dan berakibat pembusukan jari – jari. Tidak jarang diantara mereka harus menjalani amputasi.
Selain itu, serabut saraf juga secara langsung distimulasi oleh perbuatan kita menggosok sela – sela jari. Ujung jari sampai telapak tangan adalah bagian yang paling sensitif, karena paling banyak mengandung simpul reseptor saraf. Tiam 1 cm2 kulit di daerah itu, terdapat 120 – 230 ujung saraf peraba.

3. Titik – titik penting terdapat di Anggota Wudhu
Kita dapat memahami bahwa anggota wudhu yang dibasuh adalah bagian – bagian tubuh yang biasanya banyak bersentuhan dengan dunia luar. Bagian – bagian tersebut umumnya tidak tertutup pakaian, abhakan memang menjadi alat kontak tubuh kita dengan lingkungan, sehingga paling banyak mengalami kontaminasi (kotoran), dan oleh karena secara logis paling perlu dibasuh. Inilah aspek higine dalam ritual wudhu.
Disisi lain, daerah ujung lengan (siku ke bawah) dan ujung tungkai
(lutut kebawah) terdapat titik – titik penting dalam akupuntur. Seluruh organ bagian dalam memiliki lima buah titik penting apabila dilakukan stimulasi akam memperbaiki fungsinya. Beberapa gangguan fungsi organ juga bisa dinormalkan dengan cara menstimulasi titik – titik penting tersebut.
“berwudhu dan gosoklah sela – sela jari kalian...”
perintah ini secara medis sangat bermakna. Mengapa sela – sela jari yang disebut?, ternyata di bagian itulah berjalan serabut saraf, arteri, vena, dan pembuluh limfe. Penggosokan daerah sela – sela jari itu sudah barang tentu memperlancar aliran darah perifer (terminal) yang menjamin pasokan makanan dan oksigen. Kita tahu berapa banyak pasien yang mengalami sumbatan aliran darah dan berakibat pembusukan jari – jari. Tidak jarang diantara mereka harus menjalani amputasi.
Selain itu, serabut saraf juga secara langsung distimulasi oleh perbuatan kita menggosok sela – sela jari. Ujung jari sampai telapak tangan adalah bagian yang paling sensitif, karena paling banyak mengandung simpul reseptor saraf. Tiap 1 cm2 kulit di daerah itu, terdapat 120 – 230 ujung saraf peraba.

4. Ear Acupunture
Akupuntur telinga berkembang menjadi suatu cabang spesialis kedokteran di China. Menurut ilmu akupuntur telinga adalah representasi dari tubuh manusia. Bentuk telinga serupa dengan bentuk tubuh saat masih berupa janin yang meringkuk dalam rahim ibu. Kepalanya adalah bagian sering dipasan anting. Daerah lubang adalah rongga tubuh tempat tersimpanya organ – organ dalam. Melakukan stimulasi seperti wudhu akan berpengaruh baik terhadap fungsi organ dalam. Adapun lingkaran luar menggambarkan punggung. Pemijatannya juga seakan – akan melakukan stimulasi daerah punggung dan ruas – ruas tulang belakang.
Ilmu Brain Gym juga menjelaskan gerakan pasang telinga. Caranya, telinga digosok – gosok sendiri dengan lembut, hingga timbul warna kemerahan dan dirasakan dengan sensasi yang lebih hangat. Metode ini menambah konsentrasi dan daya serap belajar anak disekolah. Akibatnya prestasi juga meningkat. Sebaiknya anak – anak diajari untuk melakukan ini secara sadar, saat memulai belajar, baik di sekolah maupun dirumah
· Dirangkum dari Buku Mukjizat Gerakan Sholat oleh dr. Sagiran, M.Kes, Sp.B


Semoga bermanfaat bagi anda dan semoga makin sehat dengan Melaksanakan wudhu dan Shalat.
Terima kasih jangan lupa isi komentar

Peristiwa Besar Dibulan Ramadhan

Menahan diri dari lapar dan dahaga saat bulan ramadhan bukan berarti kaum muslim harus menghentikan aktivitas. Sejarah mencatat, terdapat banyak peristiwa-peristiwa penting yang terjadi justru pada bulan ramadhan.



1. Nuzurul Quran
Merupakan turunnya wahyu Allah Subhanahu wata’ala yang pertama kali kepada Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wassalam ketika beliau melakukan khawat di gua Hira. Peristiwa ini bertetapan dengan tanggal 17 Ramadhan.

2. Turunnya perintah puasa dan pemindahan kiblat
Awalnya arah kiblat umat islam ke Baitul Maqdis, Palestina. Orang yahudi merasa lebih besar karena puasa dan kiblat mereka diikuti kaum muslimin. Namun akhirnya turun perintah agar arah kiblat diganti ke Masjidi Haram. Al hasil berbedalah kaum muslimin dengan ahli kitab sehingga menjadi jelas mana yang haq dan mana yang batil.

3. Turunya kitab-kitab suci
Allah subhanahu wata’ala menurunkan kitab-kitabnya kepada para Rasul di bulan Ramadhan. Dalam sebuah hadist diriwayatkan:”Shuhuf Ibrahim kepada malam pertama di bulan Ramadhan. Taurat diturunkan pada 6 Ramadhan, Injil diturunkan pada 13 Ramadhan sedangkan Al-Qur’an diturunkan pada 24 Ramadhan” (Riwayat Ahmad).

4. Perang Badar
Perang pertama dan terbesar yang terjadi semasa hidup Rasulullah. Kaum muslimin memperoleh kemenangan besar. Allah menyebutnya dalam Al-Qur’an sebagai Yaumul furqan atau hari pembeda antara yang haq dan yang batil.

5. Perang Khandaq (Perang Al-Ahzab)
Terjadi pada tahun 5 H di bulan Ramadhan. Dalam perang ini Allah SWT juga memberikan kemenangan kepada tentara Islam.

6. Fathul Makkah
Terjadi pada 21 Ramadhan 8 H. Keberhasilan menaklukan kota Makkah dari penguasaan kaum kafir Quraisy merupakan kemenagan besar yang diberikan Allah kepada Rasulullah dan umat Islam. Apalagi pembebasab kota Makkah tidak melibatkan pertumpahan darah. Proses pembebasannya berlangsung secara damai dan penuh dengan aksi simpatik. Rasulullah bersama sahabat meninggalkan Madinah menuju Makkah pada 10 Ramadhan dan mulai memasuki kota Makkah pada 21 Ramadhan.

7. Perang Qadisiah 
Perang ini terjadi pada bulan Ramadhan 15 H. Dalam peperangan itu, umat islam berhasil menaklukkan kerajaan parsi.

8. Tentara Islam mendarat di Andalusia
Peristiwa ini terjadi pada Ramadhan 91 H. Setahun kemudian, tentara Islam dibawah komando Thariq Bin Ziyad berhasil mengalahkan Raja Roderick.

9. Salahuddin Al-Ayyubi mengalahkan tentara salib
Perang salib terjadi pada pertengahan bulan Ramadhan 584 H. Ketika tiba bulan Ramadhan penasihat-penasihat Salahuddin menyarankan agar ia beristirahat karena usianya yang sudah tua. Tetapi Salahuddin menjawab “Umur itu pendek tapi ajal selalu mengancam”. Tentara Islam berperang dan Berjaya.

10. Penaklukan Tentara Mongol
Penguasa Mesir, Saifudin Qutha, menggerakan pasukan menuju ke syam untuk menhalangi tentara Mongol (yang baru saja menghancurkan Daulat Abbasiyah yang melumat pusat ilmu dan pengetahuan di baghdad). Dua pasukan besar bertemu di ‘Ain Jalut (terletak di Palestina). Sejarah mencatat disinilah akhirnya pasukan  Mongol ditumpas oleh kaum Muslim pada bulan Ramadhan 685 H.

11. Kemerdekaan Indonesia
Tanggal 17 Agustus 1945 adalah hari jum’at dibulan Ramadhan. Negeri Muslim terbesar di dunia ini beba belenggu penjajahan kolonialis Belanda.


Demikian informasi dari saya tentang Peristiwa Besar Di Bulan Ramadhan. Semoga bermanfaat bagi anda..

5 Fakta Unik Tentang Adzan




Selamat Sore menjelang malam, pada saat ini saya akan memberikan informasi tentang 5 fakta adzan. Setiap hari suara adzan selalu berkumandang, terlebih bagi mayoritas umatnya beragama islam. Dibalik merdunya suara adzan yang berkumandang, ada keistimewaan tersendiri dari adzan, sehingga bagi muadzin (orang yang menyerukan adzan) sekalipun Allah telah menjanjikan pahala kepadanya. Dibalik keistimewaanya adzan juga menyimpan fakta unik.

1. Kalimat penyeru yang mengandung kekuatan dasyat
                Begitu adzan berkumandang, kaum muslim yang beriman dan taqwa kepada Allah akan segera bergegas ke masjid menunaikan shalat. Tanpa sadar syaraf akan memerintahkan tubuh untuk segera menunaikan shalat.
                Simpul-simpul kesadaran psiko-religius dalam otak umat muslim mendadak bergetar hebat, terhubung secara simultan, dan dengan totalitas kesadaran seorang hamba (abdi). Seakan suara adzan telah tertanam dalam alam bawah sadar setiap muslim.

2. Perintah datang melalui mimpi
                Pada awalnya Rasulullah tidak tahu dengan cara yang digunakan untuk mengingatkan umat muslim bila waktu shalat tiba. Ada sahabat yang menyampaikan usul untuk mengibarkan bendera, menyalakan api diatas bukit, meniup terompet dan membunyikan lonceng. Semua saran itu dianggap kurang cocok.
                Hingga datanglah sahabat, Abdullah bin Zaid yang bercerita jika dia mimpi bertemu  dengan seseoarang yang memeberitahunya untuk mengumandangkan adzan dengan menyaerukan lafaz lafaz adzan seperti saat ini. Lalu dikabarkanlah mimpi ini kepada Rasulullah. Umar bin Khattab menedengar hal itu dan dan ternyata di mengalami mimmpi yang sama. “Demi tuhan yang mengutusmu dengan hak, ya Rasulullah, aku benar-benar meilhat seperti yang ia lihat (didalam mimpi)”. Lalu Rasulullah bersabda: “Segala puji bagimu.” Rasulullah menyetujui untuk menggunakan lafaz-lafaz adzan itu sebagai tanda waktu shalat tiba.

3. Dikumandangkan saat peristiwa-peristiwa bersejarah
                Selain digunakan untuk menandakan waktu shalat tiba, Adzan juga dikumandangkan pada momen-momen penting dan bersejarah. Misalnya ketika seorang bayi lahir. Selain itu peristiwa penting terjadi, adzan juga berkumandang. Ketika pasukan Rasulullah berhasil menguasai Makkah dan berhala-berhala di sekitar ka’bah dihancurkan, Bilal bin Rabbah mengumandangkan adzan diatas Ka’bah. Peristiwa lain, ketika konstantinopel jatuh ketangan pasukan Otomman yang mengakhiri kekaisaran Romawi Timur, beberapa prajurit Ottoman masuk ke dalam lalu mengumandangkan adzan sebagai tanda kemenagan.

4. Miliaran kali dikumandangkan sejak 14 abad lalu
                Adzan dikumandangkan 5 kali sehari. Semenjak adzan dikumandangkan 14 abad lalu hingga saat ini, tak dapat dihitung berapa uta kali adzan telah berkumandang.
Anggaplah setahun 356 hari. Jika 14 abad adalah 1400 tahun, maka 1400 tahun x 356 hari = 511000 hari. Dalam satu hari 5x adzan dikumandangkan. Sehingga sedikitinya adzan dikumandangkan 2.555.000 kali. Jika ada 1 juta muslim di dunia yang mengumandangkan adzan, jadi adzan dikumandangkan sebanyak 2.555.000.000.000 kali. Subhanallah!

5. Tak henti dikumandangkan hingga kiamat
                Bumi berbentuk bulat. Ini menyebabkan terjadi perbedaan waktu shalat pada setiap daerah. Ketika adzan telah selesai berkumandang di satu daerah, maka selanjutnya adzan berkumandang di daerah lain. Satu jam setelah adzan selesai di Sulawesi, maka adzan segera bergema di Jakarta, disusul pulau Sumatera. Dan adzan belum berakhir di Indonesia, maka ia sudah dimulai di Malasyia dan seterusnya. [wan/eramuslim.com]

Sekian informasi tetang 5 fakta unik tentang  adzan dari saya semoga bermanfaat bagi pembaca.